Kivlan Zen Buktikan Keterlibatan PKI di Kudeta 1965

Artikel Terbaru:
Mayor Jenderal Purnawirawan, Kivlan Zen, menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia alias PKI terlibat dalam kudeta di tragedi 1965.

Menurut Kivlan, bukti nyata bahwa PKI terlibat dalam kudeta 1965 ialah, salah satu komandan Cakrabirawa, Letkol Untung Syamsuri, mengeluarkan pernyataan mengambil alih pemerintahan dengan membentuk Dewan Revolusi dan membubarkan Kabinet Dwikora yang dibentuk Presiden Soekarno.

Untung kudeta, Dewan Revolusi dan Kabinet Dwikora. Itu kudeta, itu pernyataan itu jelas dia mengambil alih pemerintahan,” kata Kivlan Selasa, 19 September 2017.
Selain itu, menurut Kivlan, bukti lain bahwa PKI ingin mengkudeta melalui pemberontakan ialah adanya senjata yang sengaja disimpan dan digunakan ketika mengalami kekalahan.

Saya tahu, senjata itu sudah ada, perintah dari sekjennya semua senjata itu sudah siap. Disimpan dan digunakan saat kalah,” kata Kivlan.
Kivlan menceritakan, pada tahun 1965, dia sedang berada di Jakarta, dan saat PKI kalah di Jakarta, Untung lari ke Solo dan Blitar.

Di sana yang menghadapi mereka Brigif 18. Saya orang Brigif 18,” kata Kivlan.

Kivlan Zen: Saya Masuk Daftar Mau Dibunuh PKI

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen adalah saksi sejarah kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI), dan Kivlan bersama TNI ikut melakukan pemberantasan PKI.

"Nama saya masuk dalam daftar yang akan dibunuh, PKI saat itu (mampu) mengancam dan saya orang Brigif 18 yang melawan PKI, mereka bersenjata," ujar Kivlan di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Kivlan mengatakan, generasi PKI yang dibiarkan masih hidup dan simpatisannya jangan melakukan upaya untuk memutarbalikkan fakta atas peristiwa kelam itu.

"Tokoh PKI Letkol Untung kan sudah jelas melakukan kudeta. Dia kan mengumumkan dewan revolusi, yang membunuh (para Jenderal) bukan angkatan darat, tapi Tjakrabirawa pasukan Pengawal Presiden (disusupi) dan salah satu komandannya Letkol Untung. Jangan dikatakan (Untung) Aidit tidak kudeta, ada keterlibatan PKI, termasuk Syam Kamaruzaman," paparnya.

Kivlan juga mengungkapkan fakta China yang memang saat itu mempersenjatai buruh dan tani di Indonesia. "Mereka dipersenjatai 100 ribu pucuk. Ini sidang dengan data dengan saksi. Membaca dengan mengalami tidak sama, saya mengalami dan ikut terlibat memberantas PKI

Acara di LBH

Mengenai kegiatan di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Kivlan juga mengungkapkan nuansa PKI sangat kental dalam acara yang dilakukan hingga malam hari tersebut.

"Di dalam seminar ada intel saya dan memang ada yang pakai kacamata memakai kaos Karl Marx, ada yang meminta untuk mencabut Tap MPR. Saya walau pun sudah pensiun tapi masih punya intel, dan mereka ini nyata, bukan hantu," ulasnya.

Kivlan menambahkan sudah jelas Presiden tidak akan meminta maaf mengenai masalah PKI ini. "Pak Jokowi sudah mengatakan tidak akan minta maaf kepada PKI," ujarnya.

Selain itu dalam kegiatan aliansi mahasiswa dan pemuda anti PKI, Kivlan sengaja diundang. "Saya diundang (oleh) Rahmat. Bukan perancang dan saya sudah bilang jangan masuk pekarangan orang jangan membuat kerusuhan," pungkas Kivlan.

Sumber: http://kabar5.com/kivlan-zen-buktikan-keterlibatan-pki-di-kudeta-1965/
http://nasional.harianterbit.com/nasional/2017/09/20/87235//25/Kivlan-Zen-Saya-Masuk-Daftar-Mau-Dibunuh-PKI
Artikel Lainnya: